KONSUMTIF DAN TIDAK BISA ATUR UANG JADI PENYEBAB UTAMA KELUARGA MUDA MILENIAL TERJEBAK LILITAN UTANG

Generasi Milenial hidup dengan akses tanpa batas terhadap teknologi yang serba instant dan begitu memanjakan. Tak heran, gaya hidup dengan proses serba instant jadi sesuatu yang selalu dielu-elukan oleh generasi ini.

Ketika rasa lapar mendera, dengan beberapa sentuhan jari, tanpa butuh waktu yang lama, menu makanan dari restoran favorit sudah tersaji berkat adanya layanan antar makanan dari aplikasi ojek online.

Notifikasi diskon besar-besaran di tanggal cantik dari berbagai situs belanja online mampu menjadi magnet tersendiri yang membuat begitu banyak orang yang mengubah keinginan semunya menjadi sebuah “kebutuhan” dengan dalih “kapan lagi dapat harga miring?”. Hayo jujur, siapa yang seringkali mengalami situasi seperti ini?

Disadari ataupun tidak, internet serta berbagai fasilitas yang tersedia membuat adanya pergeseran gaya hidup dan membuat generasi milenial ini memiliki banyak utang. Di Amerika Serikat, anak generasi milenial usia mulai 25 hingga 36 tahun merupakan generasi yang banyak memiliki utang. Kisaran utang mereka mencapai hingga US$42.000 atau sekitar Rp590 juta. Sayangnya, uang yang dikeluarkan bukanlah untuk keperluan pendidikan atau biaya hidup, melainkan untuk kebiasaan konsumtif seperti belanja dan gaya hidup.

Masalah utang juga menjadi masalah yang cukup banyak dialami generasi milenial di Indonesia, baik di kalangan pekerja maupun yang sudah berkeluarga. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang membuat banyak keluarga generasi milenial terjebak dalam lilitan hutang:

1. Tidak Memiliki Perencanaan Keuangan yang Matang

Ketika waktu gajian tiba, generasi milenial kebanyakan menggunakan gajinya untuk memenuhi kebutuhan dan menggunakan sisanya untuk kebutuhan entertainment dan belanja tanpa mempertimbangkan investasi jangka panjang untuk masa depan atau pengeluaran tak terduga. Akhirnya ketika ada kebutuhan mendesak tak terduga, mereka yang tak memiliki dana simpanan terpaksa menggunakan pinjaman sebagai alternatif solusinya.


2. Sistem Gali Lubang Tutup Lubang

Menggunakan pinjaman untuk melunasi pinjaman lainnya merupakan alternatif yang banyak digunakan oleh generasi milenial dengan harapan dapat menyelesaikan masalah keuangan yang ia hadapi. Padahal cara ini hanya akan menimbulkan masalah baru dan membuat jerat utang semakin kuat.


3. Gaya Hidup

Tren minum kopi di coffee shop semakin menjamur, entah untuk urusan kerjaan, arisan dengan teman-teman, atau sekedar untuk me time. Mengikuti perkembangan gadget terbaru pun seakan jadi gaya hidup yang menyamar jadi kebutuhan dengan dalih demi mobilitas. Gaya hidup konsumtif tanpa mempertimbangkan kemampuan daya beli dan membuat skala prioritas kebutuhan yang tepat menjadi faktor penyebab banyak orang rela berhutang demi memenuhi gengsi dan mengikuti gaya hidup lingkungan di sekitarnya.

4. Malas Bandingkan Harga

Berbelanja kebutuhan harian dapat dilakukan di mana saja mulai dari minimarket terdekat, supermarket terlengkap, warung terdekat, grosir hingga pasar tradisional. Masing-masing tempat memiliki harga yang berbeda-beda untuk setiap produknya. Mungkin bagi kebanyakan orang, membandingkan harga merupakan hal yang cukup merepotkan sehingga mereka seringkali membeli barang dengan harga yang lebih mahal karena enggan mencari tempat yang menawarkan harga yang lebih murah. Hal ini tak jarang membuat orang-orang rela mencari pinjaman demi memenuhi kebutuhannya. Padahal dengan lebih jeli dalam membandingkan harga, anda mungkin bisa menghemat pengeluaran dan mengalokasikannya untuk kebutuhan lainnya.


5. Terlalu Sering Belanja Karena Diskon dan Promo

Belanja kebutuhan ketika ada diskon dan promo dapat membantu untuk menghemat pengeluaran. Tapi melakukan pembelanjaan implusif karena adanya diskon dan promo tanpa memperhatikan keadaan keuangan dan memaksakan diri dengan berhutang adalah sesuatu yang jauh dari kata berhemat. Dan generasi milenial, seringkali terjebak pada pola belanja impulsif ini karena merasa adanya urgensi untuk memanfaatkan diskon dan promo tersebut tanpa mempertimbangkan lebih lanjut, apakah sesuatu yang ia beli dengan promo tersebut adalah kebutuhan mendesak yang harus ia penuhi sesegera mungkin.

Hal-Hal inilah yang seringkali luput dari kesadaran generasi milenial dan membuat pengeluaran mereka membengkak dan akhirnya menjadikan pinjaman atau berutang sebagai solusi atas masalah finansial yang mereka hadapi. Padahal dengan memperhatikan hal-hal ini, mereka bisa mengatur keuangan mereka dengan baik dan terlepas dari jerat utang yang mengikat kuat.
Social Media
Hubungi Kami
0811-3110-0033
Metode Pembayaran
Metode Pengiriman
@2020 Minime Kidz Inc.